Berani Mengejar Karier ke Jepang dari Nol: Ini Cerita Kak Nita Mengikuti Pelatihan di Human Mandiri Indonesia

Berani Mengejar Karier ke Jepang dari Nol: Ini Cerita Kak Nita Mengikuti Pelatihan di Human Mandiri Indonesia

Nita Saputri (Kak Nita) adalah salah satu siswa program pelatihan pemula Tokutei Ginou di Human Mandiri Indonesia (HMI). Berawal dari kesukaannya dengan budaya Jepang serta latar belakang pendidikan kesehatan dan kesukaannya dengan pekerjaan yang melibatkan komunikasi, Kak Nita memiliki impian untuk bekerja ke Jepang sebagai caregiver. 

Kak Nita pun memercayakan Human Mandiri Indonesia sebagai pendukungnya mengejar impian tersebut dan mendaftar pada 3 September 2024. Setelah perjuangan belajar, mengejar JFT dan SSW, serta interview perusahaan Jepang, Kak Nita akhirnya berangkat ke Jepang untuk bekerja di bidang kaigo (caregiver / perawat lansia) pada 21 Desember 2025.

Beberapa hari sebelum keberangkatannya ke Jepang, staf dari AyoTG by Human Mandiri Indonesia mengadakan tanya jawab pra-keberangkatan bersama Kak Nita. Di sini, ia berbagi cerita mengenai motivasi kerja ke Jepang, keseruan belajar di HMI, pengalaman interview, dan tujuannya saat sudah bekerja di Jepang nanti. Yuk simak di sini, terutama untuk kamu yang penasaran dengan pengalaman siswa-siswi didik HMI!


Langkah Awal Kak Nita Mengejar Karier ke Jepang

MinYo (MY): Apa yang membuat kak Nita ingin kerja Tokutei Ginou ke Jepang sebagai kaigo (caregiver)?

Kak Nita (N): Alasan saya mau kerja di Jepang itu karena saya suka budaya Jepang. Saya juga suka cara kerja di Jepang, makanya saya mau kerja kaigo (re:caregiver) di Jepang. Karena saya punya basic di kesehatan dan saya juga suka pekerjaan yang tiap hari itu komunikasi, makanya saya milih kaigo.

MY: Awalnya Kak Nita tahu mengenai HMI dari mana, sih? Dan apa yang membuat Kak Nita akhirnya memilih HMI?

N: Setelah saya cari di internet beberapa LPK, saya sangat tertarik dengan HMI karena programnya bagus dan stafnya juga sangat bertanggung jawab, suportif, cara belajarnya juga bagus. Dari awal saya masuk sampai menunggu keberangkatan masih ada kelas-kelas kaiwa (re:percakapan), kelas kaigo juga masih ada makanya saya memilih HMI.

MY: Kapan jadwal keberangkatan Kak Nita ke Jepang?

N: Keberangkatan saya itu Desember, hari Minggu tanggal 21 (tahun 2025).

MY: Untuk bisa mengikuti pelatihan di HMI, harus ada tes seleksinya terlebih dahulu. Bagaimana perasaan Kak Nita ketika diumumkan lulus tes seleksinya?

N: Saat itu saya senang sekali karena saya pikir kesempatan belajar di HMI itu sangat besar. Tidak cuman bahasa saja yang didapat tapi informasi tentang Jepang dan pekerjaan itu sangat banyak di HMI. Terutama jenis pekerjaan di HMI itu sangat bagus menurut saya, makanya saya sangat senang sekali.


Kak Nita saat mengikuti tes seleksi di HMI secara online tanggal 10 September 2024

Kak Nita saat mengikuti tes seleksi di HMI secara online tanggal 10 September 2024 (sumber: dokumentasi pribadi)


Pengalaman Kak Nita Belajar di Program Persiapan Tokutei Ginou AyoTG by Human Mandiri Indonesia

MY: Sebelumnya Kak Nita sudah pernah belajar bahasa Jepang atau benar-benar masih pemula?

N: Masuk HMI saya sama sekali nggak bisa bahasa Jepang dan belum ada ketertarikan bahasa Jepang. Tapi setelah saya masuk ke HMI, dari situ bahasa Jepang saya meningkat dengan pesat karena cara belajar di HMI sangat efisien.

MY: Sebagai pemula, apa sih hambatan yang Kak Nita alami selama belajar bahasa Jepang?

N: Untuk hambatan cara belajar Jepang sendiri menurut saya tidak ada karena dari pihak HMI sendiri kita bisa untuk crosscheck (re:mencocokkan) dan kakunin (re:konfirmasi) atau informasi ke sensei-nya karena sensei-nya (re:pengajar) itu selalu bisa menjawab apa yang kita tanyakan. Dan menurut saya cara belajarnya sendiri itu banyak jamnya, kesempatan untuk diskusinya juga banyak, makanya tidak ada hambatan yang besar.

MY: Lalu, apa sih sisi menyenangkan dari belajar bahasa Jepang?

N: Hal yang sangat menyenangkan dan berkesan itu ketika bisa kaiwa atau berbicara bahasa Jepang, itu hal yang sangat menyenangkan menurut saya. Karena belajar bahasa Jepang sendiri itu prosesnya panjang, dari hafalan hurufnya, kosakatanya, dan grammar-nya atau kotoba-nya (re:kata) itu kan panjang, jadi ketika sudah bisa kaiwa atau berbicara itu menyenangkan menurut saya.

MY: Kemudian apa hal yang menjadi hambatan Kak Nita dalam pembelajaran SSW Kaigo?

N: Mungkin di sana kebanyakan kosakata-kosakata kesehatan jadi asing didengar dan dilihat dari saya itu agak susah tapi setelah saya semangat baca terus berulang-ulang, hambatan itu tidak terlalu sulit menurut saya.


Foto dokumentasi Kak Nita lulus ujian kemampuan bahasa Jepang JFT A2, SSW Kaigo bahasa Jepang, dan SSW Kaigo bahasa Indonesia

Foto dokumentasi Kak Nita lulus ujian kemampuan bahasa Jepang JFT A2, SSW Kaigo bahasa Jepang, dan SSW Kaigo bahasa Indonesia (sumber: dokumentasi pribadi)


MY: Apakah Kak Nita pernah merasa burn out selama belajar? Bagaimana cara mengatasinya?

N: Ketika belajar bahasa Jepang sendiri saya suka ngerasain burn out* dan juga ada rasa bosan. Karena belajar bahasa Jepang itu kan lama, kita suka mikir, “kok ini nggak bisa-bisa.” 

Nah di situ cara untuk ngatasin itu semua, saya nyari cara belajar yang menurut saya itu menyenangkan dan juga sekaligus bisa menambah bunpou (re:tata bahasa), kotoba, makanya saya tiap hari baca dokkai (re:bacaan). Di dokkai itu saya bisa sekalian nulis kanji (re:huruf aksara Jepang), belajar kanji, hafalan kanji, dan kotoba baru serta kosakata baru. Jadi saya mencari cara belajar yang lain yang menurut saya menyenangkan.

(*Burn out adalah kondisi ketika seseorang kelelahan secara fisik dan mental dikarenakan stres berkepanjangan yang bisa menyebabkan turunnya motivasi)


Mengenai Jepang: Interview dengan Perusahaan Jepang dan Rencana Jangka Panjang di Jepang

MY: Bagaimana pengalaman Kak Nita interview dengan perusahaan Jepang langsung?

N: Untuk pengalamannya sendiri saya sudah interview dua kali sebenarnya. Yang pertama itu gagal karena dari jawaban saya sendiri saat menjawab pertanyaan itu saya kurang semangat makanya bisa gagal. Tapi untuk yang ke-2 itu saya menjawab dengan semangat dan menunjukkan ketertarikan saya bekerja di Jepang. Makanya saya semangat dan terus berusaha menunjukkan yang terbaik (dari) diri saya.

MY: Saat dinyatakan lulus interview perusahaan Jepang, bagaimana perasaan Kak Nita?

N: Perasaan saya tentunya sangat senang karena kesempatan untuk kerja di Jepang itu sangat jelas terlihat. Jadi saat itu setelah dinyatakan lulus saya tetap belajar terus, belajar bahasa Jepang. Terutama belajar SSW kaigo-nya sendiri dan itu tentu dibimbing oleh staf HMI dan sensei-sensei HMI.


Kak Nita menandatangani kontrak kerja perusahaan Jepang dengan bantuan dan arahan staf Human Mandiri Indonesia

Kak Nita menandatangani kontrak kerja perusahaan Jepang dengan bantuan dan arahan staf Human Mandiri Indonesia (sumber: dokumentasi pribadi)


MY: Apa saja hal-hal atau pencapaian yang ingin dicapai selama di Jepang?

N: Saya sendiri sangat mencintai pekerjaan kaigo, jadi saya ingin menggapai cita-cita saya menjadi kaigofukushishi (re:ujian nasional caregiver di Jepang). Serta saya sendiri menyukai anime. Saya berkeinginan untuk menjelajahi Jepang dan belajar banyak budaya Jepang.


Pesan dari Kak Nita untuk Diri Sendiri dan Teman-Teman 

MY: Apa pesan yang ingin kamu berikan ke diri sendiri ke satu tahun kedepan?

N: Pesan diri sendiri ke satu tahun ke depan itu: terus semangat belajar bahasa Jepang, semangat untuk belajar hal-hal baru karena masa depan itu diri sendiri juga nggak ada yang tahu. Jadi harus tetap semangat!

MY: Pesan untuk yang masih ragu join HMI?

N: Buat teman-teman jangan ragu ya buat join ke HMI sama LPK Gunamandiri karena di sini belajarnya sangat enjoy dan juga sensei dan stafnya itu sangat membantu sekali, sangat-sangat suportif. Karena saya juga nggak nyesel, sangat senang, dan sangat berterima kasih sudah belajar di HMI dan Gunamandiri.

(*Human Mandiri Indonesia satu grup dengan LPK Gunamandiri)


Kak Nita saat berbagi pengalaman belajar di HMI

Kak Nita saat berbagi pengalaman belajar di HMI (sumber: dokumentasi pribadi)


Keren banget ya Kak Nita! Walaupun benar-benar memulai dari nol dan bahkan sempat gagal interview satu kali, Kak Nita tetap berusaha, belajar dari pengalaman, dan memperbaiki kekurangan sebelumnya hingga akhirnya berhasil lulus interview dan berangkat ke Jepang!

Teman-teman walaupun bukan berasal dari lulusan keperawatan atau kesehatan juga bisa banget kok untuk ikut program pelatihan TG caregiver di Human Mandiri Indonesia. Program ini dirancang khusus bagi pemula yang ingin bekerja di Jepang dan terbuka bagi laki-laki maupun perempuan dengan minimal pendidikan SMA/SMK dari semua jurusan!

Masih pengen tanya-tanya lebih lanjut? Boleh banget kok. Yuk konsultasi GRATIS dengan staf Human Mandiri Indonesia. Isi formulir singkat di sini agar staf kami dapat menghubungi kamu ya~

※ Kamu juga bisa saksikan video tanya jawab dengan Kak Nita di Instagram kami: Part 1 dan Part 2


Kontak

Ayo datang dan kunjungi kami untuk mendapatkan informasi langsung

Lokasi :

Jalan Minangkabau Timur No. 17C, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jakarta, 12970

Untuk pertanyaan bisnis jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email di formulir ini :

Memuat
Gagal mengirim pesan anda
Pesan anda telah terkirim, kami akan membalas pertanyaan ini melalui email anda. Terima Kasih!